Membentuk Generasi Berkarakter Islami dan Bermental Juara

Monthly Archives: September 2015

OUTING PRIGI BEACH

Agenda outing kali ini ke Pantai Prigi di Trenggalek 
Berikut ini keceriaan bersama siswa-siswi SMP Alam AL Ghifari 

Foto ini ada Aisyaha, Salsa, Azizah, Salwa, Shobrina, Shabrina,Shinta,Aisyah Nur
Foto ini ada Aisyaha, Salsa, Azizah, Salwa, Shobrina, Shabrina,Shinta,Aisyah Nur

 

 

Goa Merah terlihat saat kami naik kapal. Menurut petunjuk petugas kapal di Goa Merah tersebut terdapat banyak udang serta sarang burung walet.

Di Kapal ini yang paling padat penumpang yaaa tapi sangat seruuu \(^_^)/
Indahnya Pantai Prigi. Foto ini diambil dari salah satu pohon yang sangat teduh sambil minum kelapa muda segarnya ^_______^

 

Foto ini ada Riris, Nadia, Salsabila, Shekar, Wharda dll
Seperti ikan yang terapung hehehe…. ini setelah kita naik kapal ^____^
Bagus ya foto diambil dari dalam kapal saat kita menuju pulau seberang.

 

KEGIATAN BELAJAR DI SMP ALAM AL GHIFARI

Kegiatan Belajar di SAA sangat menyenangkan dan seru. Pembelajaran yang kami lakukan lebih menonjolkan kenyamanan anak didik untuk berfikir ilmiah, logis, tidak kaku, nyaman, ceria, berfikir kritis, kreatif, dan cerdas.

Pembelajaran di SAA lebih menonjolkan anak didik untuk mempunyai pengalaman belajar daripada hanya belajar  membaca buku atau hanya dikelas saja. Kami juga sangat mengajarkan berbagai kecerdasan tidak hanya IQ akan tetapi juga EQ serta SQ yang terpenting. Bekal inilah yang lebih menjadi dasar lebih penting daripada hanya mengandalkan IQ. Karena pendidikan bekal SQ adalah bersumber dari Allah SWT yaitu Al Qur’an serta Hadist yang harus ditunjang dengan EQ

SAA sangat menghargai berbagai kecerdasan anak didik. Karena kecerdasan itu tidak hanya kecerdasan secara akademik saja tetapi ada 9 jenis kecerdasan.

9 Tipe Kecerdasan Anak

Multiple intellegence merupakan berbagai jenis kecerdasan anak. Apa saja yang termasuk di dalamnya?
Musical, kemampuan untuk menciptakan lagu, mengerti, dan memahami musik, menyanyi, dll
Bodily-kinesthetic, kemampuan untuk menggunakan kecekatan tubuh untuk mengatasi masalah, menghasilkan suatu produk
Logical mathematical, kemampuan untuk menghitung, berpikir sistematis, dll
Linguistik, kemampuan untuk membaca, menulis, dan komunikasi
Visual Spacial, kemampuan membayangkan suatu hasil akhir, berpikir sistematis, dll
Interpersonal, kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain secara efektif, kemampuan untuk berempati dan memahami orang lain.
Intrapersonal, kemampuan untuk menganalisis diri sendiri, menggunakan perasaannya, untuk membuat perencanaan dan tujuannya
Natural, kemampuan untuk mengenali flora dan fauna, melihat perbedaan dan persamaan yang ada pada alam ini.
Moral, kemampuan untuk memiliki nilai-nilai dan norma yang ada di masyarakat dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari

Siswa baru yang masuk SAA akan akan dilihat kemampuan kecerdasan mereka lebih cenderung dimana. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak didik, terlebih juga untuk memudahkan para guru ustad dan ustadzah dalam meningkatkan atau mengembangkan kemampuan tersebut serta lebih efetif dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

Games Seru mengajari tentang team work kerjasama dengan orang lain
Sholat Berjamaah sebagai aktivitas rutin SAA
Pembelajaran dilengkapi denga LCD Proyektor

 

Pembelajaran di Alam
Berkebun
Belajar diluar kelas (outdoor)
Keseruan dan kenyamanan belajar diluar kelas
Ayo bergabung dengan SAA sangat seru lho ^_^

 

 

SAA BAKTI SOSIAL KE PANTI JOMPO TRESNA WHERDA

Bismillahirahmanirahim

Alhamdulillah sampai detik ini kita semua masih diberikan nikmat Iman dan Islam. Betapa nikmat Allah tak pernah henti dibrikan-NYA kepada setiap hamba-NYA.

Pada kesempatan ini SAA berniat untuk melatih empati anak-anak SAA dari kelas 7 hingga kelas 9
Tujuan utama SAA mengajak atau berkunjung ke Panti Jompo adalah agar anak-anak SAA semuana mempunyai rasa kasih sayang terutama kepada orang tua atau dapat menerapkan dari perintah Allah SWT yaitu berbakti kepada orang tua atau disebut dengan Birrul Walidain

Berbuat baik terhadap orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma’siat) dan mendoa’kannya apabila keduanya telah wafat. Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini, sebagaimana sangat jelas ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali” (QS.31:15). Juga dapat dilihat dalam surat 4:36
Jelaslah bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban setiap anak dalam kerangka ta’at kepada perintah Allah.

 

Bentuk-bentuk Birrul Walidain Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan dalam dua kesempatan:

Saat orang tua masih hidup:

• Mentaati selama bukan maksiat. Hadits Rasulullah: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah”.

 

Contoh: Kisah Sa’ad bin Abi Waqosh.

 

• Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut (QS.17:23) • Memohonkan ampunan baginya kepada Allah (mendoa’kan) (QS.17:24) • Membantu dengan harta • Memintakan restunya terlebih dahulu atas perbuatan penting yang akan dilakukan.

 

Hadits Rasulullah: “Ridho Allah ada dalam Ridho orang tua, Murka Allah juga ada dalam Murkanya orang tua”.

 

Saat orang tua telah wafat:

 

• Menyelenggarakan pengurusan jenazahnya seperti: memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya,dsb. • Senantiasa berdo’a untuk memohonkan ampun atas segala dosanya. • Memenuhi segala janjinya semasa hidup yang belum terlaksana seperti: wasiat, hutang piutang, dll. • Menghormati teman dan sahabat orang tua semasa keduanya masih hidup.

Rasulullah Muhammad S.A.W bersabda :
” Seorang laki-laki dari golongan Anshar mendatangi Rasulullah , lalu bertanya : ‘Apakah yang tinggal bagiku untuk dapat berbuat kebaikan terhadap Ibu-Bapakku setelah mereka meninggal ya Rasulullah ? Rasul menjawab : ‘Ada 4 macam yang dapat anda lakukan : menshalatkannya, memohonkan ampun segala dosanya, memenuhi janjinya dan juga menghormati teman dan sahabatnya. (HR. Muslim)

Dari kisah-kisah yang telah lalu banyak peristiwa yang dapat dijadikan tauladan atau i’tibar tentang bagaimana orang-orang yang baik terhadap orang tuanya dan bagaimana pula sebaliknya orang yang durhaka. Tauladan yang baik misalnya kisah-kisah nabi Ibrahim, nabi Ismail, dll. Sebaliknya bagaimana pula akibat buruk yang ditimpakan kepada anak yang durhaka , seperti Abdullah bin Salam, dll

Berikut ini dokumentasi kegiatan SAA saat berkunjung ke Panti Jompo Tresna Wherda

Bersalaman kepada kakek dan nenek di Panti

Baru saja kita datang ke panti, terlihat senang sekali dengan kedatangan kita dari SAA. Kami semua bersalaman satu persatu kemudian berjalan menuju AULA.

AULA Panti Jompo Panti Werdha Blitar

AULA di Panti Jompo sangat besar. AULA ini adalah pemberian dari seorang relawan kemanusiaan yang berasal dari Jepang. Bentuk dari AULA inipun sangat unik. Lihat saja atapnya yaitu berbentuk trapesium. Jadi, anak-anak SAA juga bisa belajar tentang arsitektur hehehe…. :)

Nenek-nenek di Panti Jompo

Nenek-nenek di Panti Jompo Blitar ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ada yang berasal dari Malang, Tulungagung, Trenggalek, Blitar tentunya dan daerah lain.

Suasana di AULA saat kunjungan SAA

Kakek-kakek di panti sangat senang kami datang ^____^beliau-beliau terlihat “sumringah dari mukanya”. Kami semua bernyanyi yang tentu acara awal adalah sambutan-sambutan dari pihak panti dan SAA.

Penampilan SAA saat menghibur kakek dan nenek di Panti Jompo
Ini foto mbah Suci, yang baju putih-putih adalah perawat dari Sekolah Keperawatan Malang dan Ultuf dari SAA

Mbah Suci menyumbangkan lagu untuk kita semua. Yang lagunya begini ” Wes ta coba nglalekake jenengmu soko atiku sak tenane aku ora ngapusi isih tresna sliramu”  hhehe….
Kebetulan sekali waktu SAA berkunjung kesana bertepatan dengan acara perpisahan kakak-kakak perawat yang praktek disana jadi menambah serunya acara.

Nenek dan Kakek yang berada di ruang perawatan khusus sedih sekali saat masuk kesana T_T

Saat kita memasuki ruangan perawatan khusus hati ini rasanya sangat miris, teringat kakek dan nenek di rumah. Tetapi, beliau-beliau yang berada di ruang perawatan khusus ini begitu tetapi ada juga yang menangis hiiiks… saat kita mendekati berusaha merengkuh beliaunya T_T

Foto di kamar salah seorang nenek

Sebelum pulang kita berkunjung ke tiap kamar. Foto ini Bu Citra dengan nenek yang pandai sekali membuat barang-barang raajutan seperti tas, topi, syal, tepat HP bahkan baju bayi. Oh…iya juga bisa menerima pesanan lho…kreatif sekali kan si nenek :)
Waktu kita ke kamar beliaunya , banyak pesanan syal anak-anak pecinta alam.
Untuk harga tempat HP 15-20 RB, tas 30 RB, harga bisa nego kok..
Jika pembaca berminat bisa langsung ke panti yaaa…. hehehe…

Alhamdulillah, acara kunjungan SAA sudah selesai dan kami harus segera berpamitan. Sungguh sangat membahagiakan bagi SAA akan sebuah perkataan dari salah seorang nenek disana. “Nak, saya ini saudara kalian” saya langsung menjawab ” iya mbah terima kasih sekali, semoga kita bisa bertemu lagi dan menjadi saudara sampai disurga kelak” Aamiin
Banyak sekali pelajaran, hikmah yang dapat kita dapatkan dari kunjungan SAA ke Panti Jompo Tresna Wherda. Semoga kita semua menjadi hamba yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah.

Selalu teringat akan Hadist
“Sayangilah orang-orang di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu”. [HR.Muslim]

MANASIK HAJI SMP ALAM AL GHIFARI

Bismillahirahmanirahim

Dalam agenda memperingati Hari Raya Idhul Adha pada tanggal 10 Dzzulhijjah 1435 H kali ini SAA menggelar acara manasik haji dari semua jenjang yaitu mulai dari TPA-PAUD-TK-SD-SMP

Acara sebelumnya tentunya adalah gladi kotor kemudian gladi bersih. Acara manasik berlangsung sangat lancar bagaimana kita belajar melakukan rangkaian ibadah haji.

http://2.bp.blogspot.com/-nkAeJNLuTIc/VI2fyoPMcSI/AAAAAAAAATo/zwtXZphp-nY/s1600/

http://1.bp.blogspot.com/-n84NmdN-FqE/VI2iBU8oNtI/AAAAAAAAAT8/8-AtPl67Xl4/s1600/

http://2.bp.blogspot.com/-43fY21jy8QI/VI2h-RSJjRI/AAAAAAAAAT0/0Vu5BtTX0A8/s1600/

http://3.bp.blogspot.com/-h1lOHUCfwP4/VI2iRycjIrI/AAAAAAAAAUE/k2ZNQ-sXYJk/s1600/

http://1.bp.blogspot.com/-MQThB-WwmJQ/VI2ibMnt84I/AAAAAAAAAUM/cA9U-_RqnlM/s1600/

http://1.bp.blogspot.com/-W1GftJV_-Gg/VI2ifK73dpI/AAAAAAAAAUU/M48MTdhLB0Q/s1600/

http://3.bp.blogspot.com/-jUeCEnw74CM/VI2jkqjBdUI/AAAAAAAAAUg/T38VAb4XN4g/s1600/

http://1.bp.blogspot.com/-DP39eO9A2nE/VI2jlChHT9I/AAAAAAAAAUo/RniUcXCxO_U/s1600/

HIKMAH MANASIK HAJI 

Thawaf mengelilingi Ka’bah merupakan kegiatan yang paling mengingatkan kita akan keagungan Allah. Manusia begitu kecil di hadapan-Nya. Hampir semua jamaah haji akan meneteskan air mata saat melihat keagungan Baitullah. Thawaf ini juga mengingatkan kita bahwa seluruh aktivitas yang kita lakukan hendaknya bermuara dan kembali kepada Allah SWT. Hanya Allah satu-satunya tujuan dalam keseluruhan hidup kita.
Mina merupakan tempat yang, selain paling banyak kegiatannya, juga paling lama disinggahi oleh jamaah haji. Ada kegiatan mabit, melontar jumrah, menyembelih hewan, hingga bertahallul. Mina secara bahasa berarti cita-cita. Diharapkan sekian lama kita berada di Mina, maka akan semakin banyak waktu kita untuk mencanangkan, merencanakan dan memperkuat cita-cita kita dalam bekerja dan mengabdi kepada Allah. Di tempat ini kita banyak bertasbih dan berdzikir kepada Allah. Betapa cita-cita ini harus dilandasi dengan iman kepada-Nya.

Arafah secara bahasa berarti mengenal dan perkenalan. Di padang yang luas membentang ini, secara serempak seluruh jamaah haji berkumpul wuquf, bersimpuh memohon kepada Allah. Dimulai sejak dzuhur hingga terbenam matahari, jamaah haji diharapkan lebih mengenal diri sendiri, memohon ampun atas segala kesalahan, mengenal keluarga, teman dan masyarakat, dan mendoakan kebaikan mereka semua. Sejauh mana kedekatan kita dengan al-Khaliq? Itulah pertanyaan yang banyak berkecamuk di dalam fikiran sepanjang wuquf di Arafah. Konon, di sinilah bertemunya Nabi Adam AS dan istrinya, Siti Hawa. Mereka mengakui kekhilafan yang pernah dilakukan seraya bermunajat kepada Allah, “Ya Allah, Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan menyayangi kami, maka kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Sa’i berarti usaha. Segala cita-cita yang telah kita canangkan dan mohonkan ridha-Nya dari Allah tetap harus disertai dengan usaha yang keras, seperti saat Siti Hajar berlari-lari mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Di sini kesungguhan dan usaha kita diuji oleh Allah. Tujuh kali berputar antara Shofa dan Marwah merupakan simbol dari usaha yang gigih untuk meraih cita-cita.
Terakhir, air Zamzam telah disediakan sebagai minuman untuk melepas dahaga dan kepenatan sambil memohon keberkahannya. Rasulullah SAW bersabda, “Air Zamzam itu tergantung dari niat orang yang meminumnya.” (HR Bukhari). Zamzam bisa menjadi obat dari berbagai penyakit. Ia bisa menjadi pelepas kesusahan dan segala keinginan yang kita harapkan dari Allah.

Perintah menyempurnakan ibadah haji juga akan mampu meningkatkan nilai spiritual, moral, dan sosial.

Peningkatan nilai spiritual, terjadi peningkatan yang signifikan dalam kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah
Peningkatan nilai moral tampak pada kemampuan mengendalikan diri dalam bertutur kata dan bersikap. Setiap jamaah haji dituntut mengamalkan firman Allah SWT, “Siapa yang menetapkan niatnya pada bulan itu untuk melaksanakan haji, maka tidak boleh rafats (berkata-kata yang berkonotasi porno), tidak berbuat fasiq dan berbantah-bantahan selama melaksanakan haji.” (al-Baqarah: 197). 

Belum lagi motivasi Rasulullah SAW dalam hadisnya, “Siapa yang melaksanakan ibadah haji, lalu ia tidak berbuat rafats dan fasiq, maka ia akan pulang selayaknya bayi yang baru lahir.”
Peningkatan Nilai sosial terletak pada ta’aruf (perkenalan) dengan umat Muslin dari seluruh penjuru dunia. Perkenalan secara fisik, bahasa, sikap, tabiat, dan budaya yang akan membawa kepada memahami keagungan Allah dalam perbedaan makhluk ciptaan-Nya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan (Allah) adalah penciptaan langit dan bumi dan perbedaan lisan (bahasa) dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui.” (Ar-Rum: 22).

 

http://3.bp.blogspot.com/-3_sbMk1L2H0/VI2nFaHhltI/AAAAAAAAAU0/l7X0voPX8ZM/s1600/

Semoga kita yang belum melaksanakan Ibadah Haji diberikan kemudahan, rahmat dan keridhoan oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbalalamin.