Pendidikan

SAA BAKTI SOSIAL KE PANTI JOMPO TRESNA WHERDA

Bismillahirahmanirahim

Alhamdulillah sampai detik ini kita semua masih diberikan nikmat Iman dan Islam. Betapa nikmat Allah tak pernah henti dibrikan-NYA kepada setiap hamba-NYA.

Pada kesempatan ini SAA berniat untuk melatih empati anak-anak SAA dari kelas 7 hingga kelas 9
Tujuan utama SAA mengajak atau berkunjung ke Panti Jompo adalah agar anak-anak SAA semuana mempunyai rasa kasih sayang terutama kepada orang tua atau dapat menerapkan dari perintah Allah SWT yaitu berbakti kepada orang tua atau disebut dengan Birrul Walidain

Berbuat baik terhadap orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma’siat) dan mendoa’kannya apabila keduanya telah wafat. Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini, sebagaimana sangat jelas ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali” (QS.31:15). Juga dapat dilihat dalam surat 4:36
Jelaslah bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban setiap anak dalam kerangka ta’at kepada perintah Allah.

 

Bentuk-bentuk Birrul Walidain Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan dalam dua kesempatan:

Saat orang tua masih hidup:

• Mentaati selama bukan maksiat. Hadits Rasulullah: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah”.

 

Contoh: Kisah Sa’ad bin Abi Waqosh.

 

• Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut (QS.17:23) • Memohonkan ampunan baginya kepada Allah (mendoa’kan) (QS.17:24) • Membantu dengan harta • Memintakan restunya terlebih dahulu atas perbuatan penting yang akan dilakukan.

 

Hadits Rasulullah: “Ridho Allah ada dalam Ridho orang tua, Murka Allah juga ada dalam Murkanya orang tua”.

 

Saat orang tua telah wafat:

 

• Menyelenggarakan pengurusan jenazahnya seperti: memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya,dsb. • Senantiasa berdo’a untuk memohonkan ampun atas segala dosanya. • Memenuhi segala janjinya semasa hidup yang belum terlaksana seperti: wasiat, hutang piutang, dll. • Menghormati teman dan sahabat orang tua semasa keduanya masih hidup.

Rasulullah Muhammad S.A.W bersabda :
” Seorang laki-laki dari golongan Anshar mendatangi Rasulullah , lalu bertanya : ‘Apakah yang tinggal bagiku untuk dapat berbuat kebaikan terhadap Ibu-Bapakku setelah mereka meninggal ya Rasulullah ? Rasul menjawab : ‘Ada 4 macam yang dapat anda lakukan : menshalatkannya, memohonkan ampun segala dosanya, memenuhi janjinya dan juga menghormati teman dan sahabatnya. (HR. Muslim)

Dari kisah-kisah yang telah lalu banyak peristiwa yang dapat dijadikan tauladan atau i’tibar tentang bagaimana orang-orang yang baik terhadap orang tuanya dan bagaimana pula sebaliknya orang yang durhaka. Tauladan yang baik misalnya kisah-kisah nabi Ibrahim, nabi Ismail, dll. Sebaliknya bagaimana pula akibat buruk yang ditimpakan kepada anak yang durhaka , seperti Abdullah bin Salam, dll

Berikut ini dokumentasi kegiatan SAA saat berkunjung ke Panti Jompo Tresna Wherda

Bersalaman kepada kakek dan nenek di Panti

Baru saja kita datang ke panti, terlihat senang sekali dengan kedatangan kita dari SAA. Kami semua bersalaman satu persatu kemudian berjalan menuju AULA.

AULA Panti Jompo Panti Werdha Blitar

AULA di Panti Jompo sangat besar. AULA ini adalah pemberian dari seorang relawan kemanusiaan yang berasal dari Jepang. Bentuk dari AULA inipun sangat unik. Lihat saja atapnya yaitu berbentuk trapesium. Jadi, anak-anak SAA juga bisa belajar tentang arsitektur hehehe…. 🙂

Nenek-nenek di Panti Jompo

Nenek-nenek di Panti Jompo Blitar ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ada yang berasal dari Malang, Tulungagung, Trenggalek, Blitar tentunya dan daerah lain.

Suasana di AULA saat kunjungan SAA

Kakek-kakek di panti sangat senang kami datang ^____^beliau-beliau terlihat “sumringah dari mukanya”. Kami semua bernyanyi yang tentu acara awal adalah sambutan-sambutan dari pihak panti dan SAA.

Penampilan SAA saat menghibur kakek dan nenek di Panti Jompo
Ini foto mbah Suci, yang baju putih-putih adalah perawat dari Sekolah Keperawatan Malang dan Ultuf dari SAA

Mbah Suci menyumbangkan lagu untuk kita semua. Yang lagunya begini ” Wes ta coba nglalekake jenengmu soko atiku sak tenane aku ora ngapusi isih tresna sliramu”  hhehe….
Kebetulan sekali waktu SAA berkunjung kesana bertepatan dengan acara perpisahan kakak-kakak perawat yang praktek disana jadi menambah serunya acara.

Nenek dan Kakek yang berada di ruang perawatan khusus sedih sekali saat masuk kesana T_T

Saat kita memasuki ruangan perawatan khusus hati ini rasanya sangat miris, teringat kakek dan nenek di rumah. Tetapi, beliau-beliau yang berada di ruang perawatan khusus ini begitu tetapi ada juga yang menangis hiiiks… saat kita mendekati berusaha merengkuh beliaunya T_T

Foto di kamar salah seorang nenek

Sebelum pulang kita berkunjung ke tiap kamar. Foto ini Bu Citra dengan nenek yang pandai sekali membuat barang-barang raajutan seperti tas, topi, syal, tepat HP bahkan baju bayi. Oh…iya juga bisa menerima pesanan lho…kreatif sekali kan si nenek 🙂
Waktu kita ke kamar beliaunya , banyak pesanan syal anak-anak pecinta alam.
Untuk harga tempat HP 15-20 RB, tas 30 RB, harga bisa nego kok..
Jika pembaca berminat bisa langsung ke panti yaaa…. hehehe…

Alhamdulillah, acara kunjungan SAA sudah selesai dan kami harus segera berpamitan. Sungguh sangat membahagiakan bagi SAA akan sebuah perkataan dari salah seorang nenek disana. “Nak, saya ini saudara kalian” saya langsung menjawab ” iya mbah terima kasih sekali, semoga kita bisa bertemu lagi dan menjadi saudara sampai disurga kelak” Aamiin
Banyak sekali pelajaran, hikmah yang dapat kita dapatkan dari kunjungan SAA ke Panti Jompo Tresna Wherda. Semoga kita semua menjadi hamba yang saling menyayangi dan mencintai karena Allah.

Selalu teringat akan Hadist
“Sayangilah orang-orang di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu”. [HR.Muslim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *